ArtJog Bonus Pementasan Teater

9:23:00 PM

Sudah lewat beberapa waktu yang lalu. Saya pergi ke Yogyakarta, untuk datang ke pameran seni tahunan disana. Rencana ini sudah cukup lama saya canangkan semenjak saya melihat foto-foto instagram Innez tahun-tahun dulu. Ada yang foto boneka kermit, ada foto yang bendera merah yang menjadi putih, dan foto-foto tersebut diambilnya di Artjog 2014.

Lalu, datanglah kesempatan itu.. sebuah long weekend yang saya rasa harus saya manfaatkan. Beruntungnya saat saya kesana, Innez sedang ada pementasan teater di kampusnya. Ya saya tidak lewatkan kesempatan itu dengan sia-sia. Dulu sekali saya pernah gagal datang di pementasannya memperingati diesnatalis UGM, gara-gara stasiun waktu itu sistem tiketnya eror dan saya belum mengenal begitu nyamannya bus Eka.

Beberapa hari kemudian, setelah pementasan teater. Saya dan Innez berkunjung ke ArtJog. Dengan panduannya kami berhasil sampai di Jogja National Museum. Katanya sih Artjog tahun ini penuh dengan polemik, dan saya tidak begitu menaruh perhatian lebih akan polemik yang sedang terjadi.
Dengan harga 25 ribu satu tiket dan saat itu diharuskan membeli tiket dengan kartu e-cash mandiri, jadi harga tiket +10.000 rupiah. Kalau tidak salah lho yaa, harap maklum kesananya 2 bulan yang lalu dan saya baru menulisnya sekarang.

Di dalam gedung Jogja National Museum, disajikan karya-karya seni dari berbagai perupa. Karya demi karya saya nikmati, dan saya pun tersadar akan suatu hal. Bahwa saya tidak begitu mengerti apa definisi seni, terutama apa yang sedang ditampilkan di ArtJog saat itu. Saya teringat perkataan Innez di lain tempat dan suasana “bahwa ada sesuatu yang tidak perlu kamu harus tau definisinya, yang perlu kamu lakukan hanya merasakannya”. Seperti perkataannya, yang perlu saya lakukan hanya merasakan seni di ArtJog.

by Eko Nugroho
Sajian karya yang paling memorable bagi saya adalah Eko Nugroho. Bukan karena ia sekarang kondang karena AADC2 lalu saya tergila-gila karenanya. Bukan itu. Karya Eko yang sedang disajikan disitu, merupakan seni bordir yang dikonversikan dari fotografi atau tidak semua dari fotografi (saya tidak ingat betul), sibuk ambil gambar~ Saya suka saja dengan karya Eko, tidak ada alasan secara filosofis atau pun teknis. 

taken by @innezdhe
dan berikut, gambar-gambar yang saya ambil karena saya suka... 






sampai jumpa di ArtJog tahun depan (macam perupa saja ya salam perpisahannya hahaha)

You Might Also Like

0 komentar

Pembaca yang baik pasti meninggalkan komentar yang baik dan membangun. Tinggalkan komentar, ya! :)