6:02:00 AM

Doa-Doa Medan Laga


Yang terbang ke angkasa, berhamburan memangkas panah
Lalu berubah menjadi camar dengan ekor yang berjumbai
Tanpa ada seorang pun yang mau membaca pertanda

                        Di kulit wanita ada kemarau yang menumpas kebas
                        Menelusuri jejak-jejak diapit perdu tiada tinggi
                        Tumpah menumpas yang marah
                        Memanggang habis kaki-kaki yang aus di antara panji-panji

Kemegahan ini siapa punya, tiada yang tanya
Kemenangan ini siapa sangka, tiada yang selera
Lalu untuk apakah kau menggapit anak panah yang akhirnya kau lepas tanpa ibu jari?
Ekalaya, matimu tiada



(Oleh: Innezdhe Ayang Marhaeni)



You Might Also Like

0 komentar

Pembaca yang baik pasti meninggalkan komentar yang baik dan membangun. Tinggalkan komentar, ya! :)