Ranu Regulo juga mendengar

1:26:00 AM

18 Januari 14
Ranu Regulo juga mendengar

Rencana mendadak tidak selamanya mulus. Meskipun persiapan matang. Namun bisa dibilang bepergian kali ini setengah matang. Tujuan utama ranu kumbolo, berbelok ke ranu regulo. mohon jangan ketawa ! 

Gini nih orang yang terlalu rindu sama suasana hutan. Seperti orang kalap. Diajak pergi, langsung setuju. Tiba-tiba berangkat. Semua berawal dari ajakan Innez (kawan SMA, yang tinggal di Yogyakarta). Jumat pagi, waktu yang tepat untuk leyeh-leyeh di rumah, entah Innez  kesamber setan apa tiba-tiba mengajakku pergi ke ranu kumbolo. aku yang udah mulai suntuk sama hiruk piruk kota Surabaya, langsung setuju aja deh. Tanpa pikir panjang apalagi pikir pendek, jawabannya 'AYO'. Karena aku juga janji ke dia bakal bawa dia kemana aja pas pulang ke Probolinggo. 

Jumat siang, aku jemput Innez di rumahnya. Kemana? Eh belum berangkat ke ranu kumbolo, nggak secepat itu. Kita berdua pergi ke kantor PMI buat ngurus surat keterangan sehat. disini kita dikira pasutri, abaikan. Oke deh, skip aja bagian ini.

Nggak pernah ku sangka hari ini ku habiskan waktu bukan di kasur rumah tapi di jalan. Kurang lebih 12 jam lah di jalan, mengarungi lautan pasir, tanjakan-tanjakan persembahan senduro, dan akhirnya bagian terpenting  tapi bukan akhir dari cerita ini !
Dari awal memasuki desa ranupani, sudah merasakan ada yang beda. Kok sepi banget ya? orang-orang pada kemana. Perasaan sudah mulai nggak enak nih. Mau gimana lagi, sudah sampe sana juga masak iya mau balik?  Malu dong sama kabut yang mulai turun. Untuk memastikan kita berdua menuju pos pendakian. Akhirnya! kita tahu faktanya. Pendakian di tutup. Ooooh tidaak! berasa ditabok pake sepatu gunung yang masih banyak lumpurnya. Aku yang kudet atau aku yang bodoh. Nggak sadar tempo hari sudah dikasih info sama temen kalau pendakian semeru ditutup, yaah agak nggak percaya soalnya cuma lewat lisan. Nggak afdol juga kan kalau nggak membuktikan dengan kepala sendiri (sebuah pembelaan).
Ketika penjaga pos bilang ‘lain kali liat di internet mas, mbak’ seketika kita ingin mengeluarkan jurus lupa ingatan, dengan menanyakan kepada penjaga pos ‘Saya siapa?’-‘Saya dimana?’-‘Anda Siapa?’ Maklum guys, aku mengaku sajalah kalau emang kudet. Innez? Ya pastilah kudet juga. Dan fakta lain yang harus kamu ketahui, warung-warung sekitar pos pada nutup. Bersiaplah kecewa bertubi-tubi ketika kamu tidak memiliki plan B. kemana nih enaknya? Ranu kumbolo, sudah pasti nggak bias kesana. Sempat juga mikir buat nekat kesana tanpa laporan di pos tapi nggak lucu juga kan kita entar ketangkap sama polhut. Setelah berunding (catatan: penjaga pos nggak diajak rundingan.), kita memutuskan buat main ke ranu regulo. Kebetulan, aku juga belum pernah kesana. Letaknya nggak begitu jauh dari Ranu Pani. 

Oiya, ngomong-ngomong soal ranu pani nih..Ranu pani itu berbentuk telinga (kuping) kalau dilihat dari atas. Konon ranu pani selalu mendengar curhatan mereka yang dating kemari. Seru kan? Cocok buat kamu yang kesepian. Kesini aja sendirian, curhat sampe sepuasnya. Memang curhat di alam itu lebih enak lho. Lebih plong. Ditemani kabut dan bunyi khas hutan. 

Sesampainya di ranu regulo, kita berdua foto-foto narsis ala anak muda gitu deh. Sejenak melupakan efek jadi manusia kudet. Bosan foto-foto, kita berjalan ke arah sana *sambil nunjuk*
Disana ada semacam tempat untuk berteduh. Rintik hujan menghiasi siang itu. kita berdiskusi. Banyak hal. Salah satunya tentang dianya Innez dan dianya aku. Dari cerita aku yang sekarang jago sekali menjadi pengagum rahasia sampai cerita soal mantan. Cerita tentang mantan, kita bedura ngerasa kadang kita nggak kangen ke orangnya tapi kita kangen momennya , iya juga sih..setuju nggak?  Aneh deh kalau diskusi topiknya mantan, buat apa juga ya kita bicarakan yang sudah nggak ada. Pada akhirnya kita bias ngomong, semua pasti ada hikmahnya. Bukan hanya ranu pani yang bias mendengar.  Ranu Regulo juga mendengar diskusi kita berdua. Kemana hidup ini? Tidak ada yang tahu. Yang pasti Innez akan ke Lombok, haha. Jangan lupa update, nez! 

Kini, aku dan Innez sudah sampai rumah masing-masing dengan selamat. Jangan khawatirkan dua manusia kudet ini. Selamat melanjutkan aktivitas, guys. 

[maaf foto menyusul, ini posting lewat laptop pinjaman, harap maklum]

You Might Also Like

0 komentar

Pembaca yang baik pasti meninggalkan komentar yang baik dan membangun. Tinggalkan komentar, ya! :)